TemaTheme · Sejarah AcehAcehnese History
Situs, ruang & lanskap sejarahSites, space & historical landscape
Sejarah yang terbaca pada ruang: situs, toponimi, kampung, bukit, dan bentang alam yang menyimpan jejak peristiwa dan ingatan lokal.History read in space: sites, place-names, villages, hills and landscapes that hold the traces of events and local memory.
Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →
TempatPlace Bunker Jepang Anoe Itam dan lanskap berlapis Pulau WehThe Japanese bunkers of Anoe Itam and the layered landscape of Pulau Weh
Anoe Itam di Pulau Weh, Sabang, menyimpan kompleks pertahanan pantai Jepang dari Perang Dunia II berupa delapan bunker dan sebuah meriam besar yang kini berkarat menghadap laut lepas. Benteng ini…Anoe Itam on Pulau Weh, Sabang, preserves a Japanese Second World War coastal defence complex of eight bunkers and a large cannon, now rusting, aimed at the open sea. The…
TempatPlace Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) DarussalamKopelma Darussalam, the student town of Banda Aceh
Kopelma Darussalam di Banda Aceh dibangun atas prakarsa Gubernur Ali Hasjmy sebagai kawasan Universitas Syiah Kuala dan, sejak 1963, cabang Institut Agama Islam Negeri. Kawasan ini dibangun dengan gotong royong…Kopelma Darussalam in Banda Aceh was built at Governor Ali Hasjmy’s initiative as the campus of Syiah Kuala University and, from 1963, of the Acehnese branch of the State Islamic…
TempatPlace Lanskap makam Habib Seunagan: Kuta Aceh, Pulo Ie, PeuleukungThe grave landscape of the Habib Seunagan: Kuta Aceh, Pulo Ie, Peuleukung
Pedesaan Nagan Raya dipenuhi kompleks makam yang diyakini milik anggota Habib Seunagan, dari makam sederhana di hutan hingga kompleks megah bermasjid dan berbalai zikir. Setiap makam berfungsi sebagai alat pengingat…The Nagan Raya countryside is dotted with grave complexes believed to belong to members of the Habib Seunagan, from simple graves in the woods to grand complexes with mosques and…
KonsepConcept Makam bukit sebagai benteng alam dan pos pantau maritimHilltop tombs as natural fortresses and maritime lookouts
Kajian geospasial MAPESA mengajukan tesis bahwa makam Sultan Muhammad di Peudada dan Sultan Munawwar Syah di Pante Raja sengaja ditempatkan di bukit terjal sebagai benteng alam dan pos pantau maritim.…A geospatial study by MAPESA argues that the tombs of Sultan Muhammad at Peudada and Sultan Munawwar Syah at Pante Raja were deliberately placed on steep hills as natural fortresses…
TempatPlace Singkil Lama: dari bandar ramai ke desa pesisirOld Singkil: from busy port to coastal village
Singkil Lama, di muara Sungai Singkil, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, pernah menjadi bandar penting di pantai barat Sumatra dan salah satu pintu masuk Islam ke kawasan itu. Pada puncaknya,…Old Singkil, at the mouth of the Singkil River in Singkil subdistrict, Aceh Singkil Regency, was once an important port on the west coast of Sumatra and one of the…
TempatPlace Taman Ghairah dan GunonganThe Taman Ghairah and the Gunongan
Taman Ghairah adalah taman istana Aceh yang dilukiskan dalam Bustān al-Salāṭīn, dialiri Sungai Darul Isyki dan memuat Gunongan, bangunan menyerupai gunung yang oleh teks disebut Gegunungan Menara Permata. Para sarjana…The Taman Ghairah is the Acehnese palace garden described in the Bustān al-Salāṭīn, watered by the Darul Isyki river and containing the Gunongan, a mountain-like structure the text calls Gegunungan…
TempatPlace Toponimi sufistik di lingkungan istana AcehSufi place names around the Acehnese palace
Pada masa Hamzah Fansuri, banyak tempat penting di sekitar istana Aceh Darussalam dinamai dengan istilah dari ajaran sufi. Syed Muhammad Naquib al-Attas, merujuk Hikayat Aceh, mencatat nama seperti Dâr al-Dunya,…In Hamzah Fansuri's time many important places around the palace of Aceh Darussalam bore names drawn from Sufi teaching. Syed Muhammad Naquib al-Attas, citing the Hikayat Aceh, records names such…