Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Karya & peristiwaWork or event

Penguasa bayangan dan siklus pascapilkada di AcehShadow rulers and the post-election cycle in Aceh

2006–2024

6 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Narasi antropologi politik tentang Pilkada Aceh 2024 memetakan pola berulang yang terjadi setelah setiap kemenangan: ‘panik pertama’ di kubu pemenang, terbentuknya ring kekuasaan dan penguasa bayangan, perebutan kursi kabinet ‘basah’ dan ‘kering’, perkelahian demi meu‘en proyek, tim sukses yang patah hati, serta klaim dukungan ‘orang kuat’ di Jakarta. Pola ini dinilai menjelaskan mengapa hampir dua dekade pembangunan pascadamai tidak banyak mengangkat kesejahteraan rakyat. Pilkada digambarkan sebagai ritual harapan dalam sistem ‘kekuasaan sebagai rampasan’, dengan pemilih sebagai pihak yang paling dirugikan.

A political-anthropological narrative of Aceh’s 2024 regional election maps a pattern repeated after every victory: ‘first panic’ in the winning camp, the formation of power rings and a shadow ruler, a scramble for ‘wet’ and ‘dry’ cabinet seats, fights over meu‘en proyek (playing with projects), heartbroken campaign teams, and claims of backing from ‘strongmen’ in Jakarta. The pattern is said to explain why nearly two decades of post-peace development have done little to raise popular welfare. The election is portrayed as a ritual of hope within a system of ‘power as spoils’, with voters the greatest losers.

Ringkasan ini disusun dari keterkaitan yang tercatat dalam jejaring.This summary is composed from the ties recorded in the network.

Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Politik & jabatanPolitics & office 6

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →