Tokoh
Tokoh · PejuangFigure · Fighters
Cut Nyak DhienCut Nyak Dhien
1848–1908
5 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Cut Nyak Dhien lahir di VI Mukim, Aceh Besar, pada 1848, putri uleebalang Teuku Nanta Seutia. Ia menikah dengan Teuku Ibrahim Lamnga (1862), yang gugur di Gle Tarum pada 1878, lalu dengan Teuku Umar (1880), dan meneruskan perlawanan setelah Teuku Umar gugur pada 1899. Ia ditangkap sekitar 1905 setelah lokasinya dilaporkan Pang Laot, dibuang ke Sumedang pada 1906 dan wafat di sana pada 6 November 1908; ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1964.
Cut Nyak Dhien was born in VI Mukim, Aceh Besar, in 1848, daughter of the uleebalang Teuku Nanta Seutia. She married Teuku Ibrahim Lamnga (1862), who fell at Gle Tarum in 1878, then Teuku Umar (1880), and continued the resistance after Umar's death in 1899. She was captured around 1905 after Pang Laot reported her location, exiled to Sumedang in 1906 and died there on 6 November 1908; she was named a National Hero in 1964.
Pemimpin perlawanan perempuan yang diasingkan ke Sumedang; pahlawan nasional.Woman resistance leader exiled to Sumedang; national hero.
KeterkaitanConnections
Organisasi & gerakanOrganisations & movements 1
-
Perang Aceh (Prang Sabi)Aceh War (holy war)
— pemimpin perlawananresistance leader in 1899–1905
KeluargaFamily 3
-
Teuku Ibrahim LamngaTeuku Ibrahim Lamnga
— istri dariwife of -
Teuku Nanta SeutiaTeuku Nanta Seutia
— ayah darifather of (dari arah Teuku Nanta Seutia)(from Teuku Nanta Seutia) -
Teuku UmarTeuku Umar
— istri dariwife of sejak 1880
Karya & peristiwaWorks & events 1
-
Perang Aceh (Prang Sabi)Aceh War (holy war)
— pejuang perempuan dalamwoman fighter in 1873–1904
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network