Tokoh
Tokoh · Sastrawan & senimanFigure · Writers & artists
Abdul Manaf el-ZamzamiAbdul Manaf el-Zamzami
1921–1982
2 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Teungku Haji Abdul Manaf el-Zamzami, dikenal dengan nama pena Amelz, lahir pada 25 Januari 1921 dan wafat pada 23 Februari 1982. Alumnus Madrasah Sa‘adah Abadiyah di Blang Paseh, Sigli, ini memulai karier sebagai jurnalis: redaktur Penerangan Islam di Bukittinggi dan pemimpin redaksi Majalah Widjaja di Medan (1939–1942), redaktur Atjeh Sinbun di Kutaraja pada masa pendudukan Jepang, dan setelah proklamasi pemimpin umum harian Semangat Merdeka di Kutaraja. Ia duduk di Badan Pekerja DPR Aceh, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), dan badan eksekutif DPR Sumatra Utara, lalu menjadi anggota DPR RIS (1950), DPRS (1950–1956), dan Konstituante dari Partai Masyumi (1956–1959). Ia juga tercatat sebagai pendiri penerbit Bulan Bintang di Jakarta. Karyanya yang paling dikenal adalah biografi H.O.S. Tjokroaminoto: Hidup dan Perdjuangannja (1952), dan ia termasuk generasi intelektual Aceh tanpa pendidikan tinggi luar negeri yang berkiprah nasional bersama Hasbi Ash-Shiddieqy, Aboebakar Atjeh, dan Ali Hasjmy.
Teungku Haji Abdul Manaf el-Zamzami, known by the pen name Amelz, was born on 25 January 1921 and died on 23 February 1982. A graduate of Madrasah Sa‘adah Abadiyah in Blang Paseh, Sigli, he began as a journalist: editor of Penerangan Islam in Bukittinggi and editor-in-chief of Majalah Widjaja in Medan (1939–1942), editor of Atjeh Sinbun in Kutaraja under the Japanese occupation, and after independence director of the daily Semangat Merdeka in Kutaraja. He sat on the working committee of the Aceh legislature, the Central Indonesian National Committee (KNIP) and the executive of the North Sumatra legislature, then served in the parliament of the United States of Indonesia (1950), the Provisional DPR (1950–1956) and the Constituent Assembly for Masyumi (1956–1959). He is also recorded as the founder of the Jakarta publishing house Bulan Bintang. His best-known book is the biography H.O.S. Tjokroaminoto: Hidup dan Perdjuangannja (1952), and he belongs to the generation of Acehnese intellectuals without foreign degrees who worked nationally alongside Hasbi Ash-Shiddieqy, Aboebakar Atjeh and Ali Hasjmy.
Penulis Aceh alumni Sa‘adah Abadiyah dari generasi produktif tanpa ijazah luar negeri.Acehnese writer, Sa‘adah Abadiyah alumnus, of the productive generation without foreign degrees.
Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board
KeterkaitanConnections
Guru & muridTeachers & students 1
-
Madrasah Sa‘adah AbadiyahMadrasah Sa‘adah Abadiyah
— alumnialumnus of entrientry
Rekan & sezamanComrades & contemporaries 1
-
Teungku Muhammad Hasbi Ash-ShiddieqyTeungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy
— sejawat generasi tanpa ijazah luar negeripeer in the generation without foreign degrees entrientry
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network