TemaTheme · Naskah & Tradisi IntelektualManuscripts & Intellectual Tradition
Islamisasi ilmu & warisan intelektualIslamisation of knowledge & intellectual heritage
KonsepConcept Hamzah Fansuri dan Hegel: membaca ‘spirit’ lintas tradisiHamzah Fansuri and Hegel: reading ‘spirit’ across traditions
Usulan perbandingan antara Hamzah Fansuri dan G.W.F. Hegel (1770–1831) sebagai dua pemikir yang sama-sama berbicara tentang spirit. Hamzah biasanya dibaca bersama Ibn ‘Arabi, sedangkan Hegel bersama Kant. Perbandingan ini menyoroti…A proposed comparison between Hamzah Fansuri and G.W.F. Hegel (1770–1831) as two thinkers who both wrote about spirit. Hamzah is usually read alongside Ibn ‘Arabi, Hegel alongside Kant. The comparison…
KonsepConcept Islam rasional dan reintegrasi ilmu di IAINRational Islam and the integration of knowledge at IAIN
Sejak 1970-an, studi Islam di Indonesia diarahkan ke Barat, dengan Harun Nasution sebagai arsitek model Islam rasional di IAIN. Pendekatannya bertumpu pada rasionalitas, membuka posisi ilmu kalam, dan mengembangkan studi…From the 1970s, Islamic studies in Indonesia were oriented towards the West, with Harun Nasution as the architect of the rational-Islam model at IAIN. His approach rested on rationality, opened…
KonsepConcept Islamisasi ilmu di Aceh: peluang dan hambatanIslamising knowledge in Aceh: prospects and obstacles
Islamisasi ilmu dipandang sebenarnya telah dimulai di Aceh melalui warisan Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniry, tetapi kini tertinggal dan masih sebatas wacana. Pendidikan tinggi di Aceh dinilai terlalu berorientasi pada…The Islamisation of knowledge is seen as having in fact begun in Aceh through the legacy of Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri, but it now lags behind and remains mere…
KonsepConcept Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (IIP) adalah gerakan intelektual untuk menyatukan kembali ilmu modern dengan landasan tauhid, sehingga dikotomi ilmu agama dan ilmu umum dihapus. Diskusinya muncul di Asia Tenggara pada 1970-an…The Islamisation of Knowledge is an intellectual movement seeking to reunite modern knowledge with the foundation of tawhid, abolishing the split between religious and secular sciences. Discussion of it emerged…
KonsepConcept Keterputusan metafisika dan lahirnya pengetahuan di luar istanaMetaphysical rupture and the rise of knowledge outside the palace
Tesis bahwa pemikiran metafisis Aceh tidak memiliki kesinambungan karena doktrin sufi tercerabut dari istana setelah era Hamzah Fansuri, lalu krisis internal, kolonialisme, dan perang memindahkan produksi pengetahuan ke luar istana.…A thesis that Acehnese metaphysical thought lacks continuity because Sufi doctrine was uprooted from the palace after Hamzah Fansuri's era, and internal crisis, colonialism and war then moved the production…
KonsepConcept Krisis spirit intelektual Aceh dan sarjana otodidak abad ke-20The crisis of Aceh's intellectual spirit and its self-made 20th-century scholars
Analisis ini menelusuri pergeseran orientasi pendidikan Aceh: dari mempertemukan makrokosmos dan mikrokosmos menjadi terpaku pada kesalehan individual. Pergeseran itu dikaitkan dengan tersingkirnya Hamzah Fansuri, kolonialisme, dan penyerapan ke dalam kosmologi…This analysis traces a shift in the orientation of Acehnese education: from joining macrocosm and microcosm to a narrow focus on individual piety. The shift is tied to the sidelining…
TokohFigure Syed Muhammad Naquib al-Attas
Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah pemikir Malaysia yang menjadi tokoh sentral Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Asia Tenggara. Ia mengembangkan ISTAC sebagai pusat kajian pemikiran dan peradaban Islam. Kajiannya tentang Hamzah…Syed Muhammad Naquib al-Attas is a Malaysian thinker and a central figure of the Islamisation of Knowledge in Southeast Asia. He developed ISTAC as a centre for the study of…
KonsepConcept Warisan Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-RaniryThe legacy of Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri
Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniry adalah dua ulama besar dalam sejarah intelektual Aceh yang pandangannya saling berseberangan. Meski berlawanan, keduanya meninggalkan warisan dinamika intelektual yang sangat berharga. Kejayaan Aceh di…Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri are two great scholars in Aceh's intellectual history whose views stood in opposition. Despite their disagreement, both left a highly valuable legacy of intellectual dynamism.…