Tokoh
Tokoh · Sastrawan & senimanFigure · Writers & artists
Teuku Nyak PutehTeuku Nyak Puteh
1902–1955
2 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Teuku Nyak Puteh bin Teuku Karim (1902–1955) adalah perantau Aceh dari keluarga berada di kawasan Lhokseumawe, yang dalam tradisi keluarga dikaitkan dengan Paloh Gadeng dan garis uleebalang setempat. Ia pernah aktif sebagai pemain sandiwara sebelum merantau dan menetap di Pulau Pinang, Semenanjung Melayu. Pada 1925 ia menikah dengan Che Mah Hussein di Kubang Buaya, Butterworth, dan dari pernikahan itu lahir Teuku Zakaria pada 22 Maret 1929 di Pulau Pinang, yang kelak termasyhur sebagai seniman, aktor, sutradara, dan komponis P. Ramlee. Melalui dirinya, ikon budaya Melayu itu memiliki akar keturunan Aceh yang kerap disebut dalam kajian tentang hubungan Aceh dan Semenanjung.
Teuku Nyak Puteh bin Teuku Karim (1902–1955) was an Acehnese emigrant from a well-to-do family in the Lhokseumawe area, linked in family tradition to Paloh Gadeng and the local uleebalang line. He performed in stage drama (sandiwara) before emigrating and settling in Penang on the Malay Peninsula. In 1925 he married Che Mah Hussein in Kubang Buaya, Butterworth, and their son Teuku Zakaria, born in Penang on 22 March 1929, became famous as the entertainer, actor, director and composer P. Ramlee. Through him, this icon of Malay culture had Acehnese ancestry, a link often cited in discussions of ties between Aceh and the Peninsula.
Pemain sandiwara asal Paloh Gadeng yang merantau ke Pinang, ayah P. Ramlee.Stage performer from Paloh Gadeng who moved to Penang; father of P. Ramlee.
KeterkaitanConnections
KeluargaFamily 2
-
Kesultanan Aceh DarussalamSultanate of Aceh Darussalam
— keturunan uleebalang Paloh Gadengof the Paloh Gadeng chiefly line in Aceh Gelar teuku menandai keturunan uleebalang. entrientry -
P. RamleeP. Ramlee
— anak darison of (dari arah P. Ramlee)(from P. Ramlee) entrientry
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network