Tokoh
Tokoh · Sastrawan & senimanFigure · Writers & artists
TalsyaTalsya
abad ke-20
1 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Talsya merupakan nama pena T. Alibasyah, penulis dan wartawan Aceh yang mulai menulis pada 1942. Ia menjadi redaktur Atjeh Sinbun (1942–1945) bersama A. Gani Mutyara di bawah A. Hasjmy, kemudian wartawan Antara, perwira penerangan TNI Divisi X, dan Kepala Jawatan Penerangan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Karyanya meliputi kumpulan puisi Lambaian Kekasih dan Musim Badai, buku sejarah Sejarah dan Dokumentasi Pemberontakan Aceh, serta novel Asmara dalam Pelukan Pelangi yang ditulis bersama A. Hasjmy. Puisinya "Merah-Putih" dibahas Muhammad Yamin dalam 1000 Tahun Merah-Putih.
Talsya was the pen name of T. Alibasyah, an Aceh writer and journalist who began writing in 1942. He was an editor of Atjeh Sinbun (1942–1945) with A. Gani Mutyara under A. Hasjmy, later an Antara reporter, a TNI Division X information officer and head of the information service of the Special Region of Aceh. His works include the poetry collections Lambaian Kekasih and Musim Badai, the history Sejarah dan Dokumentasi Pemberontakan Aceh, and the novel Asmara dalam Pelukan Pelangi, co-written with A. Hasjmy. His poem "Merah-Putih" was discussed by Muhammad Yamin in 1000 Tahun Merah-Putih.
Penulis dan wartawan Aceh (T. Alibasyah); redaktur Atjeh Sinbun dan pejabat penerangan.Aceh writer and journalist (T. Alibasyah); Atjeh Sinbun editor and information official.
KeterkaitanConnections
Rekan & sezamanComrades & contemporaries 1
-
Ali HasjmyAli Hasjmy
— Redaktur Atjeh Sinbun di bawah A. Hasjmy; menulis novel bersamaAtjeh Sinbun editor under A. Hasjmy; co-wrote a novel 1942–1945 entrientry
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network