Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · PejuangFigure · Fighters

Pocut BarenPocut Baren

1880–1933

1 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Pocut Baren lahir sekitar 1880 di Tungkop, kawasan Sungai Mas, Aceh Barat, putri Teuku Cut Amat, uleebalang setempat. Suaminya, seorang keujruen yang kemudian menjadi Uleebalang Gume, gugur melawan Belanda, dan ia meneruskan perlawanan di pedalaman Aceh Barat, termasuk kawasan Woyla, pada sekitar 1903–1910. Ia akhirnya terkepung di sebuah gua di Gunong Mancang, tertembak di kaki, dan dibawa ke Kutaraja, tempat kakinya harus diamputasi. Setelah pulih, Belanda mengembalikannya ke Tungkop sebagai uleebalang, dan ia dimakamkan di kampung halamannya.

Pocut Baren was born around 1880 in Tungkop, in the Sungai Mas area of West Aceh, daughter of Teuku Cut Amat, the local uleebalang. Her husband, a keujruen who later became Uleebalang of Gume, was killed fighting the Dutch, and she carried on the resistance in the West Aceh interior, including the Woyla area, from about 1903 to 1910. She was eventually trapped in a cave at Gunong Mancang, shot in the leg and taken to Kutaraja, where her leg had to be amputated. After recovering she was returned by the Dutch to Tungkop as uleebalang, and she was buried in her home village.

Pejuang perempuan dari Tungkop, Aceh Barat, yang memimpin perlawanan terhadap Belanda di wilayah Woyla.A woman fighter from Tungkop, West Aceh, who led resistance against the Dutch in the Woyla area.

Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Karya & peristiwaWorks & events 1

SumberSources

  1. aceh.tribunnews.com/opini/1042513/perempuan-aceh-dari-masa-ke-masa-dari-istana-hingga-ruang-publik
  2. id.wikipedia.org/wiki/Pocut_Baren

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →