Tokoh
Tokoh · PejuangFigure · Fighters
Teuku Panglima Polem Muhammad DaudTeuku Panglima Polem Muhammad Daud
akhir abad ke-19 – awal abad ke-20
3 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud berasal dari keluarga bangsawan Panglima Sagoe XXII Mukim; ia diangkat sebagai Panglima Polem IX pada Januari 1891 menggantikan ayahnya, Panglima Polem VIII Raja Kuala, dan menyandang gelar Wazirul Azmi. Ia bergabung dengan pasukan Teuku Umar pada 1893, mundur ke Pidie setelah Seulimeum jatuh (1897), bersumpah setia kepada Sultan Muhammad Daud Syah pada 1898 dan menyingkir bersamanya ke Gayo (1901). Ia berdamai dengan Belanda pada 7 September 1903, beberapa bulan setelah sultan.
Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud came from the noble house of the Panglima Sagoe of the XXII Mukim; he became Panglima Polem IX in January 1891, succeeding his father Panglima Polem VIII Raja Kuala, with the title Wazirul Azmi. He joined Teuku Umar's forces in 1893, withdrew to Pidie after Seulimeum fell (1897), swore allegiance to Sultan Muhammad Daud Syah in 1898 and retreated with him to Gayo (1901). He made peace with the Dutch on 7 September 1903, months after the sultan.
Panglima Sagi XXII Mukim yang mendampingi sultan hingga menyerah pada 1903.Chief of the XXII Mukim federation who stood by the sultan until surrendering in 1903.
KeterkaitanConnections
Organisasi & gerakanOrganisations & movements 1
-
Perang Aceh (Prang Sabi)Aceh War (holy war)
— panglimacommander in
Politik & jabatanPolitics & office 1
-
Sultan Muhammad Daud SyahSultan Muhammad Daud Shah
— panglima pendampingcommander loyal to
Rekan & sezamanComrades & contemporaries 1
-
Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh AbeeTeungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee
— membaiat pejuang disaksikan olehtook fighters' oath witnessed by (dari arah Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee)(from Teungku Chik Abdul Wahab Tanoh Abee)
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network