Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · Sultan & rajaFigure · Sultans & rulers

Sultan Jauhar al-Alam SyahSultan Jauhar al-‘Alam Shah

memerintah 1795–1823

7 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Sultan Alauddin Jauhar al-Alam Syah (1786–1823), putra Alauddin Muhammad Syah dan Pocut Meurah Awan, naik takhta pada 1795 ketika berusia sekitar sembilan tahun dan memerintah sendiri sejak 1802. Ia tersingkir pada 1814/1815 oleh Sultan Syarif Saiful Alam, putra Sayyid Husain al-Aidid, lalu dipulihkan melalui perjanjian dengan Raffles pada 22 April 1819, dan wafat pada 1 Desember 1823.

Sultan Alauddin Jauhar al-Alam Syah (1786–1823), son of Alauddin Muhammad Syah and Pocut Meurah Awan, came to the throne in 1795 aged about nine and ruled in his own right from 1802. He was ousted in 1814/1815 by Sultan Syarif Saiful Alam, son of Sayyid Husain al-Aidid, then restored through the treaty with Raffles of 22 April 1819, and died on 1 December 1823.

Sultan yang mempererat hubungan dengan East India Company di Pulau Pinang.Sultan who strengthened ties with the East India Company at Penang.

Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Organisasi & gerakanOrganisations & movements 1

Politik & jabatanPolitics & office 2

KeluargaFamily 3

Lawan & kritikOpponents & critics 1

SumberSources

  1. id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Alauddin_Jauhar_al-Alam

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →