Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · Sultan & rajaFigure · Sultans & rulers

Sultanah Inayat Zakiatuddin SyahSultanah Inayat Zakiatuddin Syah

1678–1688

2 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah, bernama asal Puteri Raja Setia, memerintah Kesultanan Aceh Darussalam dari 23 Januari 1678 hingga wafat pada 3 Oktober 1688 sebagai sultanah ketiga. Asal-usulnya diperdebatkan: Bustanus Salatin menyebutnya putri seorang Sultan Muhammad Syah, beberapa kronik kecil menyebutnya putri pendahulunya, dan naskah lain menyebut nama ayah yang berbeda. Pada 1683 istananya menerima utusan Syarif Mekkah, dan pada 1684 utusan Inggris dari Madras meminta izin mendirikan loji berbenteng di Aceh, yang tidak dikabulkan. Setelah wafatnya terjadi perselisihan singkat di kalangan orang kaya sebelum Sultanah Zainatuddin Kamalat Syah naik takhta.

Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah, originally named Puteri Raja Setia, ruled the Aceh Darussalam sultanate from 23 January 1678 until her death on 3 October 1688, as the third sultanah. Her parentage is disputed: the Bustanus Salatin calls her daughter of a Sultan Muhammad Syah, several minor chronicles make her daughter of her predecessor, and another manuscript names a different father. In 1683 her court received an embassy from the Sharif of Mecca, and in 1684 English envoys from Madras sought permission for a fortified trading post in Aceh, which was not granted. Her death was followed by brief infighting among the orang kaya before Sultanah Zainatuddin Kamalat Syah took the throne.

Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Politik & jabatanPolitics & office 2

SumberSources

  1. en.wikipedia.org/wiki/Inayat_Zakiatuddin_Syah

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network