Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Karya & peristiwaWork or event

Iklim investasi Aceh: tujuh hambatan di provinsi kaya sumber dayaAceh's investment climate: seven obstacles in a resource-rich province

2023–2025

2 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Telaah tentang paradoks Aceh yang kaya sumber daya tetapi mencatat realisasi investasi terendah di Sumatra. Tujuh faktor diidentifikasi: perizinan yang lambat dan berlapis, ketidakpastian regulasi, keterbatasan infrastruktur, lemahnya kepastian hukum dan sengketa tanah, tata kelola dan korupsi, sempitnya diversifikasi ekonomi dan keterampilan, serta pertimbangan sosial-budaya penerapan syariat. Telaah ini juga mencatat upaya perbaikan, dari Mal Pelayanan Publik hingga pelabuhan dan jalan tol, dan menegaskan bahwa damai harus diikuti kemakmuran.

A study of the paradox of Aceh, rich in resources yet recording the lowest realised investment in Sumatra. Seven factors are identified: slow and layered licensing, regulatory uncertainty, limited infrastructure, weak legal certainty and land disputes, governance and corruption, narrow economic diversification and skills, and the socio-cultural considerations of sharia implementation. It also notes reform efforts, from public service malls to ports and toll roads, and insists that peace must be followed by prosperity.

Ringkasan ini disusun dari keterkaitan yang tercatat dalam jejaring.This summary is composed from the ties recorded in the network.

Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Gagasan & kajianIdeas & scholarship 1

TerkaitRelated 1

  • SafuadiSafuadi
    — kepala perwakilan Kemenkeu di Aceh; menyoroti perizinan dan tata kelolahead of the Finance Ministry office in Aceh; highlighted licensing and governance 2024

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →