Tokoh
Tokoh · UlamaFigure · Ulama
Abuya Djamaluddin WalyAbuya Djamaluddin Waly
abad ke-20 – 21
3 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Abuya Drs. K.H. Djamaluddin (Jamaluddin) Waly lahir pada 24 Agustus 1945 sebagai putra Abuya Syeikh Muhammad Waly al-Khalidy (Abuya Muda Waly) dan Hajjah Rasimah. Ia menempuh seluruh jenjang pendidikan di Dayah Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan, dari Ibtidaiyah (1958) hingga Perguruan Tinggi Bustanul Muhaqqiqin (1966) dan Fakultas Syariah (1968), lalu menamatkan studi di IAIN Ar-Raniry pada 1978. Ia aktif di Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) sejak 1964, menjadi anggota DPRD Aceh pada 1968–1987 mewakili PERTI lalu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ketua DPP PERTI (1985), dan anggota DPR RI dari PPP pada 1987–1999. Ia dua kali memimpin Dayah Darussalam Labuhan Haji, pada 1967–1974 dan 2012–2016, dalam pola kepemimpinan bergilir di antara putra-putra Muda Waly. Sesudah Reformasi ia kembali ke Aceh sebagai Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah, memimpin Majelis Zikir Al-Waliyah, rutin berceramah di Masjid Raya Baiturrahman, dan dikenal pula sebagai penyair yang menyampaikan nasihat dalam bentuk syair. Ia wafat pada 21 Juli 2016 di RSUD Teungku Peukan, Aceh Barat Daya, dan dimakamkan di kompleks Dayah Darussalam, Blang Poroh, Labuhan Haji Barat.
Abuya Drs. K.H. Djamaluddin (Jamaluddin) Waly was born on 24 August 1945, a son of Abuya Syeikh Muhammad Waly al-Khalidy (Abuya Muda Waly) and Hajjah Rasimah. He was educated entirely at Dayah Darussalam Labuhan Haji, South Aceh, from Ibtidaiyah (1958) to the Bustanul Muhaqqiqin college (1966) and its Sharia faculty (1968), and later graduated from IAIN Ar-Raniry in 1978. Active in the Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) from 1964, he sat in the Aceh provincial legislature (DPRD) in 1968–1987 for PERTI and then the United Development Party (PPP), chaired the PERTI central board (1985), and served in the national parliament (DPR RI) for PPP in 1987–1999. He led Dayah Darussalam Labuhan Haji twice, in 1967–1974 and 2012–2016, in the rotating leadership among Muda Waly's sons. After Reformasi he returned to Aceh as a guide (mursyid) of the Naqsyabandiyah order, led the Majelis Zikir Al-Waliyah, preached regularly at Baiturrahman Grand Mosque, and was known for composing religious advice in verse. He died on 21 July 2016 at Teungku Peukan hospital, Southwest Aceh, and was buried at the Dayah Darussalam complex in Blang Poroh, Labuhan Haji Barat.
Putra Muda Waly yang dua kali memimpin Dayah Darussalam Labuhan Haji.Son of Muda Waly who twice led Dayah Darussalam Labuhan Haji.
KeterkaitanConnections
KeluargaFamily 2
-
Abuya Muhibuddin WalyAbuya Muhibuddin Waly
— saudarabrother of (dari arah Abuya Muhibuddin Waly)(from Abuya Muhibuddin Waly) -
Abuya Syeikh Muhammad Waly al-KhalidyAbuya Shaykh Muhammad Waly al-Khalidy
— anak darison of entrientry
Lembaga & dayahInstitutions & dayah 1
-
Dayah Darussalam Labuhan HajiDayah Darussalam, Labuhan Haji
— pemimpinhead of 1967–1974; 2012–2016
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network