Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · Sarjana asingFigure · Foreign scholars

Ahmad al-QusyasyiAhmad al-Qushashi

1583–1661

3 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Ahmad al-Qusyasyi (Safi al-Din Ahmad al-Qushashi) lahir di Madinah pada 1583 dan wafat pada 1661. Ia menggantikan mertuanya, Ahmad al-Syinnawi, sebagai mursyid Tarekat Syattariyah di Madinah dan mengajarkan tarekat itu dengan orientasi yang lebih berpijak pada syariat. Di antara murid-muridnya adalah Abdurrauf as-Singkili dari Aceh, yang menerima ijazah Syattariyah darinya dan membawanya ke Nusantara, serta Ibrahim al-Kurani yang kemudian menjadi penerusnya. Karena itu ia menjadi simpul penting jaringan ulama Haramayn–Aceh abad ke-17.

Ahmad al-Qushashi (Safi al-Din Ahmad al-Qushashi) was born in Medina in 1583 and died in 1661. He succeeded his father-in-law, Ahmad al-Shinnawi, as master of the Shattariyya order in Medina and taught it in a more sharia-oriented way. His students included Abdurrauf as-Singkili of Aceh, who received the Shattariyya licence from him and brought it to the Malay world, and Ibrahim al-Kurani, who later became his successor. He is therefore a key node in the 17th-century Haramayn–Aceh network of ulama.

Guru Syattariyah di Madinah bagi Abdurrauf as-Singkili.Medinan Shattari master of ‘Abd al-Ra’uf al-Singkili.

Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Organisasi & gerakanOrganisations & movements 1

Guru & muridTeachers & students 2

SumberSources

  1. en.wikipedia.org/wiki/Ahmad_al-Qushashi

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network