Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · UlamaFigure · Ulama

Syeikh Abbas Kuta KarangSyeikh Abbas Kuta Karang

abad ke-19

5 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Syeikh Abbas bin Muhammad al-Asyi, dikenal sebagai Teungku Chik Kuta Karang, berasal dari Kuta Karang, Darul Imarah, Aceh Besar, dan hidup pada abad ke-19. Ia belajar di Mekkah ilmu agama, falak, hisab, kedokteran dan tarekat Khalwatiyah, lalu menjabat Qadhi Malikul Adil pada masa Sultan Alauddin Ibrahim Mansur Syah (1857–1870). Karyanya antara lain Qunu' (1843), Sirajuz Zhalam (1849) tentang falak dan sebuah kitab pengobatan; dalam Perang Aceh ia berfatwa agar pejuang merebut dan memakai senjata musuh.

Shaykh Abbas bin Muhammad al-Asyi, known as Teungku Chik Kuta Karang, came from Kuta Karang, Darul Imarah, Aceh Besar, and lived in the 19th century. He studied religious sciences, astronomy, reckoning, medicine and the Khalwatiyya order in Mecca, then served as Qadhi Malikul Adil under Sultan Alauddin Ibrahim Mansur Syah (1857–1870). His works include Qunu' (1843), Siraj al-Zalam (1849) on astronomy and a medical treatise; in the Aceh War he ruled that fighters should seize and use the enemy's weapons.

Ulama falak dan Qadhi Malikul Adil abad ke-19.19th-century astronomer-cleric and Qadhi Malikul Adil.

Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Politik & jabatanPolitics & office 1

Lembaga & dayahInstitutions & dayah 3

Karya & peristiwaWorks & events 1

SumberSources

  1. id.wikipedia.org/wiki/Syeikh_Abbas_Kuta_Karang

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →